Header

Blog Archives

App Store error “Your device or computer could not..”


“Your device or computer could not be verified. Contact support for assistance.”

Pesan error ini biasanya dijumpai oleh pengguna Hackintosh / OSX86 alias Mac OS bajakan, ketika akan login ke App Store. Menurut beberapa pengguna di forum insanelymac dan tonymacx86 penyebabnya adalah Apple melakukan pengecekan terhadap konfigurasi LanCard (ethernet), apakah Built In atau Addon.

App Store

Untuk mengatasi error tersebut, cukup edit file com.apple.Boot.plist yang ada di folder /Extra. Dalam contoh ini saya coba edit menggunakan editor VIM melalui terminal (Applications > Utilities > Terminal).

Scylla:~ Koole$ sudo vi /Extra/com.apple.Boot.plist

kemudian tambahkan string berikut

<key>EthernetBuiltIn</key>
<string>Yes</key>
<key>PCIRootUID</key>
<string>1</string>

pada konfigurasi saya, contohnya akan menjadi seperti ini

GUI
n
Kernel
legacy_kernel
Kernel Flags
arch=i386
Legacy Logo
Yes
SMBIOSdefaults
y
Timeout
2
PCIRootUID
1
EthernetBuiltIn
Yes

setelah itu coba restart PC Hackintosh, dan coba login lagi ke App Store ;)

Hasil pencarian populer:

  1. fungsi ethernetbuiltin
  2. burn file dmg nya menggunakan trans mac
  3. your device or computer could not be verified contact support for assistance

OS X Leopard Server

Udah mulai bosan dengan Windows dan Linux.. Saatnya bermain2 dengan OS X Server!
Langkah awal udah dilalui.. yaitu instalasi :D

NEXT TO DO;

  1. Build Mac – Apache – MySQL – PHP (MAMP).
    Untuk web server sih banyak pilihan mulai dari Lighttpd, NGINX, LiteSpeed. Ntar dicoba satu2 aja :D
  2. Mail Server.
    Pilihannya apa aja ya selain native Mac Mail Server.. Zimbra? eMailman? Kerio? SurgeMail? Semoga setup nya ga terlalu susah :D Karena biasanya sih untuk setup Mail Server pasti ribet di urusan DNS.
  3. Apa lagi ya.. Proxy? DNS? LDAP?

Can’t wait to have it configured and post the result here!!
(kalo ga males.. huehehe )

Instalasi Snow Leopard Via USB

Mac ThumbdriveBerdasarkan pengalaman pribadi ketika ingin install ulang Snow Leopard tapi ngga punya DVD SL originalnya. Yang ada adalah image .dmg SL 10.6.3 versi pak tani hasil download sebesar 6.2 gigs. Dengan ukuran image sebesar itu otomatis harus di-burn menggunakan kepingan DVD dual layer. Berhubung DVD dual layer mahal dan susah dapetinnya, akhirnya saya manfaatkan USB drive external untuk instalasi SL 10.6.3 tersebut.

Begini caranya kawan-kawan.. (more…)

Hasil pencarian populer:

  1. cara menggunakan transmac
  2. cara membuat usb bootable installer di snow leopard
  3. transmac burn dmg to iso
  4. cara bootable file snow leopard
  5. tutorial burn transmac
  6. cara restore dmg pada usb
  7. cara menginstal mac os x snow leopard menggunakan usb
  8. cara membuat pendrive mac osx
  9. cara membuat mac usb bootable
  10. cara membuat mac os x snow leopard pendrive installer
  11. cara membuat mac os x pendrive
  12. cara save file dmg ke iso
  13. how burn file dmg ke usb
  14. instal ulang snow leopard memakai usb
  15. merubah file dmg jadi iso
  16. membuat sendiri script driver di snowleopard
  17. membuat installer snow leopard usb
  18. membuat bootable usb mac os
  19. membuat Boot USB dari dmg pada windows
  20. kegunaan transmac

Mac OS X Lambat Setelah Upgrade 10.6.6

Sebagian pengguna Mac OS X yang udah upgrade ke Snow Leopard 10.6.6 mungkin akan merasakan system menjadi lambat / unresponsive pada menit awal setelah system start up. Saya pun sempat merasakan hal ini.

Setelah bertanya di Apple Discussions, ternyata masalahnya adalah Spotlight yang terus meng-index partisi BOOTCAMP tiap kali Mac reboot. Tentu semakin besar ukuran partisi Windows dan jumlah file yang ada akan mempengaruhi lamanya system menjadi unresponsive. This can’t be a good thing in the long run. Parah2nya sih, harddisk bisa jadi cepet rusak :D (more…)

Hasil pencarian populer:

  1. cara bootcamp 10 6 6
  2. cara upgrade mac 10 6 6
  3. mac lambat
  4. mac os x lambat

DNS Server Benchmark – Google Public DNS vs OpenDNS

Tanggal 12 Desember lalu Google launching layanan baru bagi pengguna internet, yaitu Google Public DNS.
Kurang lebih layanan ini serupa *tapi tak sama* dengan layanan OpenDNS yang udah duluan ada, kurang lebih sejak 3 tahun lalu.

Pentingnya kegunaan DNS server mulai terasa sejak aku pakai internet Speedy di rumah. Seringkali DNS server default Telkom Speedy down sehingga menyebabkan aku ga bisa browsing internet, karena browser ga bisa melakukan resolusi hostname. Dulunya aku pikir yang terpenting untuk DNS Server adalah “yang terdekat otomatis tercepat“. Ternyata salah. Selain urusan kecepatan response time, ada faktor yang lebih penting lagi yaitu “reliability“, seberapa sering server tersebut mengalami downtime.

Dengan adanya layanan Google Public DNS, justru membuat aku sedikit bingung; “DNS Server mana yang sebaiknya digunakan?
OpenDNS yang udah berpengalaman selama kurang lebih 3 tahun sebenernya belum pernah mengecewakan, tapi nama besar Google cukup membuatku tertarik untuk mencoba Google Public DNS. Untungnya ada tool bagus *buatan Google* yang gunanya untuk melakukan benchmarking DNS Server, namanya NameBench. Program ini tersedia untuk Windows, Linux, dan OS X. Berikut skrinsutnya;

Udah aku coba program ini di Linux dan Windows, dengan menggunakan ISP XL HSDPA. Hasilnya kurang lebih seperti ini;

Fastest individual response (in milliseconds):

———————————————-

Cepat ID         ################ 82.87191
 
iptek ID         ################# 83.84299
 
SYS-202.152.254. ################## 91.21203
 
FastNet ID       ################## 92.06414
 
SpeedNet-2 ID    ################### 94.12313
 
Solusi ID        ################### 94.65098
 
ITS AC-2 ID      ################### 98.44494
 
Google Public DN ########################### 139.41312
 
OpenDNS          ################################################## 259.83787
 
UltraDNS         ##################################################### 276.8669

Mean response (in milliseconds):

——————————–

Google Public DN ############################### 440.89
 
OpenDNS          ####################################### 556.60
 
UltraDNS         ########################################## 599.48
 
FastNet ID       ############################################## 649.98
 
SYS-202.152.254. ################################################ 673.39
 
Solusi ID        ################################################# 695.51
 
iptek ID         ################################################## 706.06
 
SpeedNet-2 ID    ################################################### 723.48
 
ITS AC-2 ID      #################################################### 735.09
 
Cepat ID         ##################################################### 758.05

Recommended configuration (fastest + nearest):

———————————————-

nameserver 8.8.4.4         # Google Public DNS-2  google.com. hijacked (216.239.61.104), Replica of Google Public DNS [8.8.8.8]
nameserver 202.43.178.244  # Cepat ID  google.com. hijacked (216.239.61.104)
nameserver 202.46.1.2      # iptek ID

DNS chart

NameBench akan memberikan rekomendasi DNS Server mana yang sebaiknya digunakan di akhir test.
Untuk lebih jelasnya, silakan liat halaman ini dengan grafis yang lebih user friendly :D
So, which DNS server do You use? ;)

Cepat ID         ################ 82.87191
iptek ID         ################# 83.84299
SYS-202.152.254. ################## 91.21203
FastNet ID       ################## 92.06414
SpeedNet-2 ID    ################### 94.12313
Solusi ID        ################### 94.65098
ITS AC-2 ID      ################### 98.44494
Google Public DN ########################### 139.41312
OpenDNS          ################################################## 259.83787
UltraDNS         ##################################################### 276.8669

XL Speed Test

Bandwidth hari ini;

SpeedTest.Net

Not Bad :D