Beberapa hari yang lalu saya dibawain Ayah saya tumbuhan Daun Lidah Mertua, atau dalam bahasa ilmiahnya Sansevieria. Dalam bahasa Inggris tanaman ini disebut juga snake plant, mother-in-law´s tongue, devil’s tongue, jinn’s tongue, dan bow string hemp.
Beliau bilang, tumbuhan ini bisa menyerap racun / polutan yang ada di udara. Biasanya banyak ditanam di lingkungan rumah sakit. Hmmm apa iya? Setelah saya cari tau di internet, eh ternyata betul!

Sansevieria Dalam Kamar
Dari referensi yang saya dapet, secara umum sansevieria (lidah mertua) dapat dikelompokkan menjadi dua jenis. Jenis dengan daun pendek (sekitar 8 cm) dan jenis dengan daun panjang (50-70 cm).
Sansevieria memiliki daun yang berwarna beragam, mulai hijau tua, hijau muda, hijau abu-abu, perak, dan warna kombinasi putih kuning atau hijau kuning. Motif alur atau garis-garis yang terdapat pada helai daun juga bervariasi, ada yang mengikuti arah serat daun, tidak beraturan, dan ada juga yang zig-zag.
Ciri sansevieria (lidah mertua) secara umum lainnya memiliki rimpang, berdaun tebal, serta ujung daunnya runcing atau berduri. Mampu menyimpan air dalam jumlah yang banyak pada seluruh bagian tubuh. Mampu hidup di daerah yang kering dan tandus sekalipun.
Hasil pencarian populer:
- daun lidah mertua
- manfaat daun sansevieria
- mengapa sansevieria disebut lidah mertua
- daun penyerap racun
- mengapa sansevieria disebut dengan lidah mertua
- macam jenis lidah mertua
- tanaman yang menyerap menyerap racun
- cara budidaya tanaman lidah mertua
- berbagai manfaat dan khasiat dari tanaman lidah mertua
- penelitian abu sansivera
- mengapa sanseviera disebut dengan lidah mertua
- mengapa disebut bunga lidah mertua
- Manfaat sansiviera
- manfaat lidah mertua dari segi ilmiah dan kesehatan
- manfaat lidah mertua (sansivera)
- manfaat daun lidah mertua
- penyerap luka
- peran sansevieria dalam penyerapan polusi
- photo pohon lidah ular
- unsur-unsur yang terkandung DAUN LIDAH MERTUA

Selama ini mungkin kita mengira bahwa tidur merupakan suatu proses yang pasif, ternyata tidur merupakan proses aktif. Ilmu kedokteran membuktikan, ada beberapa fungsi tidur pada manusia. Pertama, untuk merefresh kembali energi semua sel–sel tubuh yang bekerja.
Ini juga berakibat pada kemampuan reasonity (memberikan alasan) yang tepat dan perhitungan. Tidur juga berpengaruh pada stabilitas emosional. Jangan heran jika menemukan orang yang kurang tidur, kondisi kejiwaannya biasanya pemarah, suntuk, gak mood. Kondisi ini juga berakibat pada munculnya sifat pesimistis dari segi kejiwaan.